Tantangan Pendidikan Pancasila Dalam Era Digitalisasi

Authors

  • M. Fardan Efendi universitas mataram Author
  • Bq. Widyan Safira Universitas Mataram Author
  • Denda Hiliya Agustina Universitas Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.1234/f79ptc78

Keywords:

Digitalisasi, pancasila , Tantangan , Karakter, Nilai

Abstract

 Di era digital yang semakin berkembang, tantangan untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam membentuk masyarakat yang bertanggung jawab dan beretika bisa menggunakan teknologi yang sedang berkembang saan ini. Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan Pancasila di era digitalisasi yang terus berkembang. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), artikel ini menganalisis bagaimana arus informasi digital mempengaruhi internalisasi nilai-nilai Pancasila pada generasi muda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila menghadapi tantangan dalam bentuk disrupsi nilai, globalisasi budaya, dan kemunduran literasi ideologi. Artikel ini menawarkan rekomendasi strategis untuk memperkuat pendidikan Pancasila melalui integrasi teknologi dan pendekatan kontekstual yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Penelitian ini mengkaji dampak perkembangan teknologi informasi dan media sosial terhadap konsep kebebasan berpendapat dalam Pancasila di era digital. Penelitian ini juga mempertimbangkan implikasi dari tantangan dan batasan dalam kebebasan berpendapat terhadap stabilitas sosial dan politik Indonesia. 

 

References

Agud, J. L. (2014). Fraud and plagiarisim in school and career. Revista Clínica Española (English Edition), 214(7), 410–414. https://doi.org/10.1016/j.rceng.2014.03.002

Bleazby, J. (2020). Fostering moral understanding, moral inquiry & moral habits through philosophy in schools: a Deweyian analysis of Australia’s Ethical Understanding curriculum. Journal of Curriculum Studies, 52(1), 84–100. https://doi.org/10.1080/00220272.2019.1650116

Bušelić, M. (2017). Distance learning – concepts and contributions. Oeconomica Jadertina, 2(1), 23–34. https://doi.org/10.15291/oec.209.

Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research. Pearson.

Cuesta Cambra, U., & Gaspar Herrero, S. (2014). Análisis motivacional del uso del smartphone entre jóvenes: Una investigación cualitativa. Historia y Comunicación Social, 18(Nov), 435 447. https://doi.org/10.5209/rev_HICS.2013.v18.44252

Davis, L. (2020). Digital learning: What to know in 2020. www.schoology.com. DeRoche, E. F., & Williams,

Isman, A., & Canan Gungoren, O. (2014). Digital citizenship. Turkish Online Journal of Educational Technology, 13(1), 73–77. https://doi.org/10.4324/9781315622408-9

Kurniawansyah, E. (2021). Pengembangan buku revitalisasi dan reaktualisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menghadapi tantangan globalisasi. Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan kewarganegaraan, 4(2), 43-51

Nguyen, T. (2015). The Effectiveness of Online Learning: Beyond No Significant Difference and Future Horizons. MERLOT Journal of Online Learning and Teaching, 11(2), 309– 319.

Pachler, N. (2013). Perspectives on and theories of learning with digital technologies. In M. Leask & N. Pachler (Ed.), Learing to Teach Using ICT in the Secondary School: A Companion to School Experience. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203124208

Downloads

Published

12-12-2025

How to Cite

Efendi, M. F., Safira, B. W. ., & Agustina, D. H. . (2025). Tantangan Pendidikan Pancasila Dalam Era Digitalisasi. Journal of Education, 1(2), 277-282. https://doi.org/10.1234/f79ptc78