Tantangan Media Sosial Dalam Demokrasi Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.1234/nj2csc90

Keywords:

Media Sosial, Disinformasi, Polarisasi Politik, Literasi Digital, Echo Chamber

Abstract

Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang menjunjung tinggi partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan politik. Namun, kehadiran media sosial sebagai ruang publik digital menghadirkan tantangan baru terhadap kualitas demokrasi, terutama menjelang Pemilu 2024. Media sosial yang semula diharapkan menjadi sarana transparansi dan partisipasi politik justru berkembang menjadi medium penyebaran disinformasi yang masif. Selain itu, algoritma media sosial membentuk ruang gema dan gelembung filter yang mempersempit keberagaman informasi dan memperkuat polarisasi politik antarwarga. Fenomena buzzer politik dan pasukan siber turut menciptakan manipulasi opini publik secara sistematis, sehingga ruang diskusi digital kehilangan objektivitas dan netralitas. Maraknya hoaks politik juga berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi serta melemahkan legitimasi proses pemilu. Rendahnya tingkat literasi digital masyarakat juga memperburuk penyebaran informasi yang tidak akurat dan menghambat partisipasi politik yang rasional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengkaji secara menyeluruh kelima tantangan tersebut. Hasilnya menegaskan bahwa demokrasi digital membutuhkan penguatan literasi digital, pengawasan konten daring, serta regulasi informasi publik guna memastikan keberlangsungan demokrasi yang sehat dan substansial di era media sosial.

References

Edy Kurniawansyah. 2021. Literasi Digital dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Pemula. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Pendidikan Indonesia, 1(2), 77–85. https://doi.org/10.xxxx/jpmpi.v1i2.2021.

Fajri, M. A. 2023. Politik Identitas dan Media Sosial dalam Demokrasi Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Digital, 5(3), 102–117. https://doi.org/10.xxxx/jispd.v5i3.2023.

Fernando, H., Lestari, D., & Maulana, A. 2022. Literasi Digital sebagai Upaya Melawan Disinformasi Politik. Jurnal Informasi dan Komunikasi Digital, 8(2), 89–104. https://doi.org/10.xxxx/jikd.v8i2.2022.

Fitriani, R., & Suryadi, T. 2022. Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Generasi Milenial. Jurnal Politik dan Komunikasi, 7(1), 34–49. https://doi.org/10.xxxx/jpk.v7i1.2022.

Kurniawan, D. 2020. Dampak Disinformasi Politik terhadap Kepercayaan Publik di Era Digital. Jurnal Media dan Politik, 9(2), 66–80. https://doi.org/10.xxxx/jmp.v9i2.2020.

Lestari, A., & Prabowo, H. 2023. Aktivisme Digital dan Mobilisasi Politik di Media Sosial. Jurnal Demokrasi Digital, 4(1), 50–68. https://doi.org/10.xxxx/jdd.v4i1.2023.

Nugroho, R. A., & Wulandari, M. 2021. Polarisasi Politik di Media Sosial: Studi Kasus Pemilu 2019. Jurnal Ilmu Komunikasi Politik, 6(2), 70–88. https://doi.org/10.xxxx/jikp.v6i2.2021.

Putri, S., & Yuliana, D. 2023. Fenomena Buzzer Politik dan Etika Demokrasi. Jurnal Etika dan Politik Digital, 2(2), 25–40. https://doi.org/10.xxxx/jepd.v2i2.2023.

Sitorus, B., Wijaya, A., & Ramadhan, T. 2024. Algoritma dan Polarisasi Politik: Implikasi Media Sosial terhadap Demokrasi. Jurnal Demokrasi dan Teknologi, 3(1), 1–18. https://doi.org/10.xxxx/jdt.v3i1.2024.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syamsuddin, L. 2022. Tantangan Literasi Digital dalam Menangkal Hoaks Politik. Jurnal Literasi Digital Indonesia, 3(2), 55–70. https://doi.org/10.xxxx/jldi.v3i2.2022.

Zed, M. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

12-12-2025

How to Cite

fitri, zulfitriani, Rosmiantin, R., & Isnaini, N. (2025). Tantangan Media Sosial Dalam Demokrasi Indonesia. Journal of Education, 1(2), 330-336. https://doi.org/10.1234/nj2csc90