Tantangan Media Sosial Dalam Demokrasi Indonesia
Keywords:
Media Sosial, Disinformasi, Polarisasi Politik, Literasi Digital, Echo ChamberAbstract
Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang menjunjung tinggi partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan politik. Namun, kehadiran media sosial sebagai ruang publik digital menghadirkan tantangan baru terhadap kualitas demokrasi, terutama menjelang Pemilu 2024. Media sosial yang semula diharapkan menjadi sarana transparansi dan partisipasi politik justru berkembang menjadi medium penyebaran disinformasi yang masif. Selain itu, algoritma media sosial membentuk ruang gema dan gelembung filter yang mempersempit keberagaman informasi dan memperkuat polarisasi politik antarwarga. Fenomena buzzer politik dan pasukan siber turut menciptakan manipulasi opini publik secara sistematis, sehingga ruang diskusi digital kehilangan objektivitas dan netralitas. Maraknya hoaks politik juga berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi serta melemahkan legitimasi proses pemilu. Rendahnya tingkat literasi digital masyarakat juga memperburuk penyebaran informasi yang tidak akurat dan menghambat partisipasi politik yang rasional. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengkaji secara menyeluruh kelima tantangan tersebut. Hasilnya menegaskan bahwa demokrasi digital membutuhkan penguatan literasi digital, pengawasan konten daring, serta regulasi informasi publik guna memastikan keberlangsungan demokrasi yang sehat dan substansial di era media sosial.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 zulfitriani fitri, Rosmiantin Rosmiantin, Nurul Isnaini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Address: Perumahan Griya Taman Sari, Gg. Durian III Blok BQ 6, Labuapi, Nusa Tenggara Barat, Indonesia