Analisis Manifestasi Geostrategi Nusantara dalam Menghadapi Krisis Energi Global demi Keberlanjutan Nasional
DOI:
https://doi.org/10.66909/lrp.hebat.v2i1.496Keywords:
krisis energi, geostrategi Nusantara, hilirisasi, keberlanjutan nasional, kedaulatan energiAbstract
Penelitian ini menganalisis manifestasi geostrategi Nusantara melalui kebijakan hilirisasi sumber daya alam sebagai instrumen kedaulatan energi Indonesia dalam menghadapi krisis global. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), kajian ini mengevaluasi urgensi transisi energi dari ketergantungan impor bahan bakar fosil menuju kemandirian industri berbasis nikel dan tembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah strategis pemerintah melalui pembangunan infrastruktur smelter dan pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC) berhasil meningkatkan nilai tambah ekonomi secara signifikan, tercermin dari lonjakan nilai ekspor turunan nikel dari Rp30 triliun pada 2017 menjadi lebih dari Rp500 triliun pada 2023. Secara geostrategis, kebijakan ini telah mereposisi Indonesia sebagai pemain kunci (price setter) dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik. Namun, efektivitas strategi ini masih membentur tantangan multidimensional, meliputi ketergantungan teknologi asing, tekanan geopolitik internasional (gugatan WTO), serta risiko korupsi dalam tata kelola pertambangan. Analisis menyimpulkan bahwa optimalisasi hilirisasi memerlukan sinergi tiga pilar utama: asimilasi teknologi mandiri, penerapan standar lingkungan (Green Smelter), dan penguatan integritas birokrasi melalui habituasi nilai anti-korupsi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengawasan regulasi yang transparan guna menjamin keberlanjutan kedaulatan nasional di masa depan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Winda Rahmadini Arifin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Address: Perumahan Griya Taman Sari, Gg. Durian III Blok BQ 6, Labuapi, Nusa Tenggara Barat, Indonesia