Upaya Bela Negara Dalam Perang Informasi Hoaks Vaksinasi Tenaga Medis Di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.66909/lrp.salut.v3i1.300Keywords:
bela negara, hoaks, vaksinasi, tenaga medis, digitalAbstract
Abstrak: Artikel ini mengkaji upaya bela negara dalam perang informasi melawan hoaks vaksinasi yang melibatkan tenaga medis di era digital. Penyebaran informasi palsu tentang vaksin yang dipercepat oleh teknologi dan media sosial melemahkan kepercayaan publik, meningkatkan keraguan terhadap program imunisasi, dan mengancam ketahanan nasional di bidang kesehatan dan informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahaya hoaks vaksinasi terhadap ketahanan nasional, menelaah peran strategis tenaga medis dalam edukasi dan literasi digital kesehatan, serta mengkaji kontribusi kebijakan dan penegakan hukum pemerintah dalam pengendalian informasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen kelembagaan, dan artikel ilmiah terkait hoaks vaksinasi, bela negara, dan literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa tenaga medis menjadi garda terdepan melalui diseminasi informasi berbasis bukti, promosi kesehatan lintas platform digital, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sedangkan pemerintah memperkuat perlindungan ruang digital melalui regulasi, sanksi, pemblokiran konten bohong, dan penguatan keamanan siber berlandaskan prinsip keadilan restoratif. Sinergi kedua aktor tersebut menempatkan penanggulangan hoaks vaksinasi sebagai praktik konkret bela negara di era digital.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zelinda Noorsyahbani, Alfizar Daffa Zulkarnain, Ni Kadek Ayu Nanda Putri Pertiwi, Made Erika Dharmayanti Widyaningrum, Risma Fitriani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

