Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pembentukan Etika Profesi Apoteker di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.66909/lrp.salut.v3i1.308Keywords:
Pancasila, etika profesi, apoteker, profesionalisme, nilai moralAbstract
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa berfungsi sebagai pedoman moral dan landasan etika bagi seluruh profesi, termasuk profesi kefarmasian. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah nasional periode 2015–2025, seperti jurnal, buku, dan dokumen organisasi profesi kefarmasian. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap sila Pancasila memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter apoteker yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kemanusiaan. Sila Ketuhanan menumbuhkan tanggung jawab spiritual dalam praktik kefarmasian; sila Kemanusiaan menekankan empati dan perlakuan adil terhadap pasien; sila Persatuan mendorong kolaborasi lintas profesi; sila Kerakyatan menumbuhkan partisipasi dalam pengambilan kebijakan kesehatan; dan sila Keadilan Sosial menegaskan pemerataan akses layanan obat bagi seluruh masyarakat. Selain itu, keseimbangan antara hak dan kewajiban apoteker menjadi wujud nyata dari prinsip keadilan dan kemanusiaan. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila masih menghadapi tantangan, seperti konflik kepentingan, tekanan ekonomi, dan lemahnya pengawasan etika. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan etika partisipatif dan peran aktif organisasi profesi seperti Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan. Penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan mampu memperkuat profesionalisme, tanggung jawab sosial, serta kepercayaan masyarakat terhadap profesi apoteker di Indonesia.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nindya Kamila Putri Ashari, Nadia Magfira Nurmalasanti, Halimatussakdiyah, Nida Fadwa Nabila, Puji Elok Dzakirah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

